Pages

Friday, July 5, 2013

Cloud Computing Fundamentals (Dasar-dasar Cloud Computing)

Cloud computing dapat didefinisikan sebagai gaya baru komputasi yang dinamis dan sering menyediakan sumber daya sebagai layanan melalui Internet. Cloud computing telah menjadi tren teknologi yang signifikan, dan banyak ahli berharap bahwa cloud computing akan membentuk kembali proses teknologi informasi (TI) dan pasar TI. Dengan teknologi cloud computing, pengguna menggunakan berbagai perangkat, termasuk PC, laptop, smartphone, dan PDA untuk mengakses program, storage, dan platform aplikasi melalui Internet, melalui layanan yang ditawarkan oleh penyedia cloud computing. Keuntungan dari teknologi cloud computing termasuk penghematan biaya, ketersediaan tinggi, dan skalabilitas dan mudah.

6 Paradigma Cloud Computing


 Membandingkan keenam paradigma diatas, sepertinya cloud computing  kembali ke paradigma Mainframe Computing. Namun, kedua paradigma memiliki beberapa perbedaan penting. Mainframe Computing  menawarkan daya komputasi yang terbatas, sedangkan Cloud Computing memberikan kekuatan dan kapasitas yang hampir tak terbatas. Selain itu, dalam Mainframe Computing  terminal tiruan bertindak sebagai user interface perangkat, sementara dalam Cloud Computing PC yang kuat dapat memberikan daya komputasi local.

Layer Cloud Computing

- SaaS (Software-as-a-Service)
Software-sebagai-layanan-produk perangkat keras menyediakan infrastruktur yang lengkap dan aplikasi perangkat lunak. Pengguna harus berinteraksi dengan menggunakan alat front-end tidak peduli di mana dia, misalnya salesforce.com

- PaaS (Platform-as-a-Service)
Platform-sebagai-layanan-produk memberikan beberapa software dan alat-alat pembangunan juga. Pengguna dapat membuat aplikasi mereka di bidang infrastruktur penyedia di setiap tempat, misalnya GoogleApps.

- IaaS (Infrastructure-as-a-Service)
Infrastruktur-sebagai-layanan-produk menyediakan server virtual dan memori. Pengguna harus menggunakan penyedia APIuntuk memulai berhenti mengakses dan mengkonfigurasi server virtual mereka, misalnya Amazon layanan web.

Tipe Cloud Computing


Dalam public cloud (atau external cloud) sumber daya komputasi secara dinamis ditetapkan melalui Internet melalui aplikasi Web atau layanan Web dari penyedia pihak ketiga. Private cloud (atau internal cloud) mengacu pada cloud computing pada jaringan pribadi. Hybrid cloud memperkenalkan kompleksitas menentukan bagaimana mendistribusikan aplikasi di kedua public cloud dan private.

Cloud Computing vs Cloud Service

- Cloud Computing


Cloud Service

Fitur-fitur Cloud Computing

Cloud computing membawa sejumlah fitur baru dibandingkan dengan paradigm komputasi lain.

1. Layanan bersifat "On Demand", pengguna dapat berlangganan hanya yang dia butuhkansaja, dan membayar hanya untuk yang mereka gunakan saja. Misalkan sebuah sebuah internet service provider menyediakan 5 macam pilihan atau paket-paket internet dan user hanya mengambil 1 paket internet maka user hanya membayar paket yang diambil saja.

2. Layanan bersifat elastis/scalable, di mana pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang dia inginkan kapan saja dan sistem selalu bisamengakomodasi perubahan tersebut. Misalkan user berlangganan internet pada yang bandwidthnya 512 Kb/s lalu ingin menambahkan kecepatannya menjadi 1Mb/s kemudianuser menelpon costumer service meminta untuk penambahan bandwitch lalu customer service merespon dengan mengubah bandwidth menjadi 1Mb/s.

3. Layanan sepenuhnya dikelola oleh penyedia/provider, yang dibutuhkan oleh pengguna hanyalah komputer personal/notebook ditambah koneksi internet.

4. Sumber Daya Terkelompok ( Resource pooling )Penyedia layanan Cloud Computing memberikan layanan melalui sumber daya yangdikelompokkan di satu atau berbagai lokasi data center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme multi-tenant ini memungkinkan sejumlah sumber daya komputasi digunakan secara bersama-sama oleh sejumlah user, dimana sumber daya tersebut baik yang berbetuk fisik atau virtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna / pelanggan sesuai permintaan. Dengan demikianpelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaan akan sumber daya komputasinya terpenuhi oleh penyedia layanan yang ada di Cloud Computing. Yangpenting setiap permintaan dapat dipenuhi. Sumber daya komputasi ini meliputi media penyimpanan,
memory, processor, pita jaringan dan mesin virtual.

5. Akses Pita Lebar Layanan yang terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama dapat diakses secaramemadai memalui jaringan internet. Baik menggunakan thin client, thick client, ataupun media lain seperti smartphone.

6. Layanan yang terukur. (Measured Service ) Sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan dioptimasi penggunaannya,dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiap sumber daya komputasi yang digunakan (penyimpanan, memory, processor, lebar pita, aktivitasuser, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumber daya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar biaya penggunaan layanan.Selain itu karakterisik dari Cloud Computing adalah sangat cepat di deploy, instant untuk implementasi. Dalam hal ini :
● Biaya start up teknologi ini (Cloud Computing) mungkin akan sangat murah ataupun tidak ada, dan juga tidak ada investasi kapital.
● Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.

Cloud Computing di Masa Depan

Singkatnya, cloud computing jelas merupakan suatu jenis paradigma / arsitektur komputasi  yang akan tinggal untuk waktu yang lama untuk datang. Dalam waktu dekat, cloud computing dapat muncul dalam berbagai tujuan. Salah satu skenario yang mungkin untuk masa depan adalah bahwa suatu perusahaan dapat menggunakan hybrid cloud  terdistribusi seperti diilustrasikan pada gambar di bawah ini.


Menurut skenario ini, perusahaan akan menggunakan aplikasi inti pada private cloud perusahaan, sementara beberapa aplikasi lainnya akan didistribusikan pada beberapa private cloud, yang dioptimalkan untuk aplikasi tertentu.

Kelebihan Cloud Computing

● Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
● Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
● Membuat operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
● Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
● Menghemat biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.

Kekurangan Cloud Computing

Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.